Resep obat alami penghancur batu ginjal

Resep obat alami penghancur batu ginjalPenyakit batu ginjal merupakan suatu kondisi dimana material yang keras yang menyerupai batu yang terbentuk dalam ginjal.Material yang menyerupai batu tersebut berasal dari sisa sisa limbah dalam darah yang di saring oleh ginjal yang kemudian terjadinya endapan endapan atau berupa pengkristalan.Pada penderita batu ginjal rasa sakit yang menyerang seakan akan kesulitan untuk buang air kecil secara normal.Pendarahan pada urin karena adanya infeksi dan bahkan bisa terjadi penyumbatan aliran kemih.

Pada umumnya sebagian kasus penderita batu ginjal dialami oleh orang orang yang berusia sekitar 30–60 tahun.Bisa di prediksi bahwa sekitar 10 persen wanita dan 15 persen pria pernah mengalami kondisi ini selama hidup mereka.Oleh karena itu,kita harus mengetahui sedini mungkin beberapa penyebab yang dapat menimbulkan penyakit batu ginjal ini.Lantas bagaimana kita mengetahui bahwa kita terserang batu ginjal.

Penyebab batu ginjal

1. Urin yang sedikit

Penyebab batu ginjal yang paling sering terjadi adalah sedikitnya cairan urin yang keluar. Volume urin yang rendah bisa disebabkan oleh dehidrasi (kehilangan cairan tubuh), olahraga terlalu keras, bekerja atau tinggal di tempat yang panas, atau kurang minum air putih. Cairan urin yang sedikit juga cenderung akan berwarna gelap.

Mencegah terjadinya batu ginjal bisa dilakukan dengan cara meningkatkan asupan cairan. Cairan dalam tubuh yang banyak juga dapat mencairkan kandungan garam dalam tubuh. Hal tersebut berguna untuk mengurangi risiko pembentukan batu pada ginjal.

2. Diet

Siapa sangka, diet yang selama ini Anda pikir akan menyehatkan, malah dapat menjadi salah satu penyebab batu ginjal? Diet tertentu dapat memengaruhi terbentuknya batu ginjal. Mengapa demikian? Penelitian telah menunjukkan, bahwa diet tinggi garam dapat meningkatkan jumlah kalsium yang harus diproses oleh ginjal. Ini dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.

Hindari juga untuk melakukan diet tinggi protein hewani, seperti daging sapi, ayam, dan ikan. Diet hewani tersebut dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh dan di urin Anda. Jika kadar asam urat Anda tinggi, maka ini dapat mengakibatkan adanya batu dalam ginjal.

3. Gangguan pencernnaan tertentu

Beberapa gangguan pencernaan, salah satunya diare, dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal kalsium oksalat. Diare akan memicu hilangnya sejumlah cairan dari tubuh, sehingga akan menurunkan volume air kencing. Selain itu, tubuh Anda juga bisa menyerap kalsium oksalat berlebihan dari usus, sehingga menghasilkan oksalat lebih banyak dalam urin Anda. Intinya, antara volume urin yang ataupun kadar oksalat yang tinggi, bisa menyebabkan pembentukan batu ginjal oksalat.

4. Kelainan bawaan

Beberapa kelainan bawaan biasanya juga bisa menjadi penyebab batu ginjal terbentuk. Contohnya adalah cystinuria, yaitu kondisi tubuh yang terlalu banyak mengandung asam amino sistin dalam urin, dan hiperaluraluria primer di mana akhirnya hati membuat terlalu banyak zat oksalat.

5. Obat

Beberapa obat dan suplemen kalsium dan vitamin C dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal. Pastikan untuk konsultasi ke dokter atau ahli sebelum menggunakan obat atau suplemen tertentu, karena beberapa zat dapat memengaruhi risiko pembentukan batu ginjal.

6. Faktor keturunan

Penyakit batu ginjal akan lebih mudah terjadi saat Anda memiliki riwayat keluarga serupa. Biasanya, Anda juga bisa mengalami kondisi ini jika ada orang tua atau saudara kandung yang memiliki kondisi batu ginjal.

Batu ginjal terdiri dari beberapa jenis yang berbeda, tergantung kepada penyebabnya dan apa materi yang membentuk batu ginjal tersebut.

  • Batu kalsium. Batu ginjal jenis ini merupakan yang paling sering terjadi. Penyebab batu ginjal ini adalah kalsium oksalat, yang dipengaruhi oleh ekskresi kalsium dalam tubuh yang tinggi.
  • Batu asam urat. Batu ginjal jenis ini,terbentuk ketika pH urin Anda berada dalam keadaan asam untuk jangka waktu yang lama. Jika konsentrasi asam urat meningkat dalam urin, maka asam urat bisa membentuk batu dari asam urat itu sendiri, atau membentuk batu bersamaan dengan kalsium.
  • Batu struvite. Batu ginjal yang satu ini merupakan hasil dari infeksi pada ginjal. Cara penanganannya adalah membuang batu dari saluran kemih dan mencegah infeksi datang kembali agar tidak membentuk batu lagi.
  • Batu cystine. Penyebab batu ginjal ini, diakibatkan oleh kelainan genetik yang menyebabkan cystine keluar dari ginjal menuju urin dan membentuk kristal yang lama kelamaan berubah menjadi batu.

Beberapa Hal Yang Harus Anda Pahami Dalam Pencegahan Sejak Dini Ciri Ciri Penyakit Batu Ginjal

  1. Rasa nyeri di perut bagian bawah dan punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat) yang hilang-timbul.
  2. Nyeri di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang, yang menjalar ke perut, daerah kemaluan dan paha sebelah dalam.
  3. Rasa mual dan muntah, perut menggelembung, demam, menggigil dan darah di dalam air kemih.
  4. Penderita mungkin menjadi sering berkemih, terutama ketika batu melewati ureter.
  5. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika batu menyumbat aliran kemih, bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan, sehingga terjadilah infeksi.
  6. Jika penyumbatan ini berlangsung lama, air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal, menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan oragan vital ginjal.

Bahaya Penyakit Batu Ginjal

1. Kambuh-Kambuhan

Sebagai orang yang pernah mengalami penyakit yang satu ini maka saya tahu betul bagaimana menyiksanya penyakit batu ginjal ini. Penyakit batu ginjal yang tidak ditangani dengan cepat maka bisa membuat penderitanya akan merasakan nyeri kambuh-kambuhan. Rasa nyeri yang diakibatkan oleh batu ginjal ini tidak bisa digambarkan, bahkan apabila sedang kambuh maka membuat kita menjadi susah untuk tidur, makan dan lainnya.

Rasa sakit yang konstan dan tidak hilang-hilang dalam jangka waktu yang lama akan membuat kita menjadi sangat tersiksa. Untuk meredakan rasa sakit tersebut, jalan satu-satunya pergi kedokter. Ketika diberi obat maka rasa sakit tersebut akan hilang, namun Anda jangan senang dahulu karena sewaktu-waktu nanti rasa sakit tersebut akan kambuh kembali apabila salah mengkonsumsi makanan.

Nah, maka dari itu saya sangat menyarankan agar Anda segera mengambil tindakan pengobatan untuk mengeluarkan batu yang bersarang di ginjal Anda. Karena jika batu tersebut belum keluar maka penyakit tersebut akan kambuh-kambuhan kembali.

2. Adanya Penyumbatan Pada Saluran Kemih

Kemudian bahaya kedua yang akan Anda rasakan apabila nanti batu ginjal sudah agak membesar adalah terasa adanya penyumbatan pada saluran kemih. Hal ini akan membuat Anda seperti anyang-anyangan dan terkadang ketika buang air kecil akan terasa sakit.

Apabila batu tersebut masih kecil maka tidak ada masalah karena bisa keluar dengan sendirinya bersamaan dengan kita buang air kecil, yang menjadi masalah adalah jika batu tersebut sudah membesar maka itu rasanya sangat menyiksa.

Nah, maka dari itu jangan biarkan batu ginjal lama-lama bersarang di ginjal atau disaluran kemih Anda karena itu sangat berbahaya.

3. Menyebabkan Organ Ginjal Menjadi Rusak

Nah, untuk yang terakhir yaitu bisa menyebabkan organ ginjal kita menjadi rusak. Kerusakan organ ginjal adalah merupakan salah satu momok menakutkan yang paling tidak diinginkan oleh kebanyakan orang. Karena apabila organ ginjal kita sudah rusak atau fungsinya tidak optimal lagi maka hal ini akan membuat kita menjadi sengsara. Kita diharuskan untuk melakukan cuci darah seumur hidup, apabila tidak maka nyawa yang menjadi taruhannya.

Nah, untuk itu jangan sampai tunggu batu yang bersarang diginjal Anda berukuran besar dan telah menyebabkan komplikasi baru Anda mau meminta bantuan medis. Hal ini bisa dikatakan sesuatu yang sia-sia karena sudah pasti akan menjadi rumit dan susah sembuhnya.

8 Tanaman Ini Ampuh Untuk Mengatasi Batu Ginjal

Mengkudu

Buah yang satu ini memang sudah dikenal memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Khasiat buah mengkudu yang berhubungan dengan batu ginjal adalah untuk mengobati radang ginjal, menurunkan tekanan darah, menurunkan gula darah, dan peluruh kencing.Tentu saja mengkudu banyak khasiatnya, karena buah yang satu ini memiliki kandungan yang sangat banyak, antara lain: mineral, asam sitrat, terpenoid, morindin, demnacanthal, asam malat, glucose, saponin, serotonin, acubin, alkaloid, antraquinon, karbohidrat, L.asperuloside, antrakuinon, anti oksidan, alizarin, scopoletin, vitamin C, protein, dan enzim.

Kemangi

Manfaat daun kemangi biasanya tidak hanya dikonsumsi dengan cara dibuat jus dan ditambah madu guna mengobati batu ginjal. Jika ramuan herbal ini dikonsumsi secara teratur dalam jangka waktu sekitar 6 bulan, maka ramuan herbal ini bisa menghancurkan batu ginjal. Karena kandungan kemangi memiliki efek untuk menguatkan dan menyehatkan ginjal. Oleh karena itu, jika kamu memiliki batu ginjal, tidak salahnya untuk mencoba obat herbal yang satu ini.

Seledri

Manfaat seledri sudah dikenal dapat mengobati batu ginjal. Caranya adalah dengan mengonsumsinya setiap pagi hari sebelum makan dan minum. Dengan mengonsumsi seledri setiap hari secara teratur, batu ginjal yang sudah terbentuk dapat berkurang.

Kacang Merah

Kacang merah juga ternyata dapat menghancurkan batu ginjal. Meskipun kacang merah tidak termasuk dalam tanaman herbal. Selain itu, kacang merah juga dapat menjaga kesehatan saluran kemih.

Delima

Banyak bagian dari tanaman delima dapat menyembuhkan batu ginjal. Bahkan, para ahli mengatakan tanaman herbal terbaik adalah delima dan bagian dari tanaman delima yang dapat mengatasi penyakit ginjal adalah benih, daun, dan buah delima. Salah satu cara mengobati batu ginjal dengan menggunakan buah delima adalah dengan mengonsumsi jus buah delima setiap pagi selama seminggu dalam keadaan perut kosong.

Pegangan

Obat herbal yang cukup enak rasanya adalah pegangan. Pegangan ini mempunyai rasa manis dan menyejukkan ketika dimakan atau diminum. Khasiat tanaman ini dalam mengobati batu ginjal adalah untuk peluruh kencing, anti infeksi, pereda demam, anti toksik, perbersih darah, memercepat peyembuhan pada luka, penenang, dan millenrian pembuluh darah tepi.

tapak liman

Berbeda dengan pegangan, tanaman tapak liman ini memiliki rasa yang pahit dan pedas. Tanaman tapak liman ini bersifat sebagai astrigen dan khasiat yang berhubungan dengan batu ginjal adalah sebagai peluruh kencing, pereda demam, anti radang, menghilangkan bengkak, penawar racun, dan antibiotik.

Kumis Kucing

Jika berbicara mengenai tanaman kumis kucing , tentunya siapa yang tidak mengenal akan tanaman yang satu ini.Tanaman kumis kucing merupakan , salah satu jenis tanaman herbal / obat asli indonesia yang memiliki banyak manfaat dan khasiat yang sangat bagus bagi kesehatan.Salah satu khaisat dari tanaman kumis kucing ini mampu digunakan sebagai obat penghancur batu ginjal alami .

Cara mengobati batu ginjal dengan kumis kucing nya sendiri cukup praktis , Untuk memanfaatkan kumis kucing sebagai obat batu ginjal , anda bisa mengolahnya seperti dibawah ini :

Cara Membuat Obat Batu Ginjal Dengan Kumis Kucing

Untuk cara merebus kumis kucing untuk batu ginjal , caranya sangatlah mudah ! pertama siapkan daun kumis kucing segar sebanyak 90gr dan 1 gelas air putih .Setelah semua bahan tersedia , rebus daun kumis kucing yang telah tersedia tadi dengan 1 gelas air .

Diamkan proses perebusan hingga air dalam rebusan bersisa setengahnya , jika telah selesai , angkat , tiriskan dan minum selagi hangat 3X sekali .

Ingat , Tiap anda ingin mengonsumsi obat batu ginjal dari kumis kucing ini , harus di pastikan bahwa ramuan yang anda minum adalah ramuan yang baru anda buat dadakan.

Kenapa Tanaman Kumis Kucing Berkhasiat Baik Untuk Penderita Batu Ginjal ?

Kumis kucing memiliki sifat anti radang dan dapat membantu melancarkan keluarnya air seni.

Selain daripada itu , tanaman inipun mengandung banyak sekali kandungan seperti garam kalium, terutama di bagian daunnya dan juga ortosifonin .Seluruh kandungan diatas mampu membantu melarutkan fosfat, oksalat, dan juga asam urat di dalam ginjal manusia sehingga dapat mencegah dan mengatasi pengendapan batu pada ginjal

Sebagai akhir kata dan tambahan informasi, buat anda yang sedang mencari obat herbal atau bagi anda yang sedang berobat kesana kemari belum kunjung ada kesembuhan, jangan putus asa dulu karena kami punya solusi nya

KAMI DARI CV DE NATURE INDONESIA MENGENALKAN KEPADA ANDA SATU PRODUK OBAT PENGHANCUR BATU GINJAL YANG AKAN MEMBANTU MERINGANKAN BEBAN PENYAKIT YANG SEDANG ANDA DERITA

SEGERA AMBIL LANGKAH TERBAIK UNTUK PENGOBATAN PENYAKIT ANDA SEBELUM BERTAMBAH PARAH

SEPARAH APAPUN PENYAKIT YANG SEDANG ANDA DETITA AKAN DI SEMBUHKAN JIKA ANDA MAU BERUSAHA KERAS DAN KEYAKINAN KUAT UNTUK MENGOBATINYA

Obat alternatif untuk penyakit batu ginjal

Penyakit batu ginjal atau nefrolitiasis adalah suatu kondisi ketika material keras yang menyerupai batu terbentuk di dalam ginjal. Material tersebut berasal dari sisa zat-zat limbah di dalam darah yang disaring oleh ginjal yang kemudian mengendap dan mengkristal seiring waktu.

Pada sebagian besar kasus, penyakit batu ginjal dialami oleh orang-orang yang berusia 30-60 tahun. Diperkirakan 10 persen wanita dan 15 persen pria pernah mengalami kondisi ini selama hidup mereka.

Artikel terkait: Obat alami penghancur batu ginjal de natureObat herbal batu ginjal

Endapan batu di dalam ginjal bisa disebabkan oleh makanan atau masalah kesehatan lain yang mendasari. Berdasarkan jenisnya, batu ginjal dibagi menjadi empat, yaitu batu kalsium, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin.

Gejala Batu Ginjal
Gejala akibat batu ginjal biasanya tidak akan dirasakan penderitanya jika batu ginjal berukuran sangat kecil sehingga bisa keluar dari tubuh secara alami melalui ureter dengan mudah. Ureter adalah saluran yang menyambungkan ginjal dengan kandung kemih.

Gejala akibat batu ginjal baru bisa terasa jika batu berukuran lebih besar dari diameter saluran ureter. Batu yang besar akan bergesekan dengan lapisan dinding ureter sehingga menyebabkan iritasi dan bahkan luka. Oleh sebab itu, urine kadang bisa mengandung darah. Selain mengiritasi ureter, batu ginjal juga bisa tersangkut di dalam ureter atau uretra (saluran akhir pembuangan urine) sehingga terjadi akumulasi bakteri dan bisa menyebabkan pembengkakan akibat infeksi. Gejala batu ginjal yang bisa muncul apabila batu bergesekan dengan ureter di antaranya adalah nyeri pada pinggang, perut bagian bawah atau samping, dan selangkangan yang dapat disertai mual.

Sedangkan gejala yang bisa dirasakan jika penderita batu ginjal mengalami infeksi ginjal di antaranya urine tampak keruh dan berbau tidak sedap, badan lemas, menggigil, dan demam tinggi.

Penderita Batu Ginjal di Indonesia
Menurut data yang dihimpun Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes) pada tahun 2013, diperkirakan prevalensi penderita yang terdiagnosa batu ginjal untuk umur di atas 15 tahun adalah sebesar 0,6 persen dari total penduduk Indonesia. Lima provinsi yang menduduki posisi tertinggi masalah penyakit batu ginjal di antaranya adalah DI Yogyakarta, Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah.

Diagnosis Batu Ginjal
Dalam mendiagnosis batu ginjal, biasanya pertama-tama dokter akan menanyakan pada pasien mengenai seputar gejala-gejala yang telah dialami. Dokter juga bisa menanyakan apakah pasien pernah menderita batu ginjal sebelumnya, memiliki riwayat keluarga berpenyakit sama, atau apakah pasien sering mengonsumsi makanan atau suplemen yang bisa memicu terbentuknya batu ginjal.

Setelah keterangan dikumpulkan, dokter biasanya akan melakukan sejumlah tes untuk memperkuat bukti. Tes-tes tersebut bisa berupa pemeriksaan urine, pemeriksaan darah, dan pemindaian (misalnya USG, rontgen, CT scan, dan intravenous urogram/IVU)

Pengobatan Batu Ginjal
Pengobatan penyakit batu ginjal yang dilakukan tergantung kepada ukuran dari batu. Jika batu ginjal masih tergolong kecil atau menengah, serta masih dapat melewati saluran kemih tanpa harus dilakukan operasi, dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk minum air putih saja sesuai takaran yang disarankan. Dengan adanya aliran cairan secara terus-menerus, diharapkan batu ginjal dapat terdorong keluar dengan sendirinya. Apabila gejala yang dirasakan oleh pasien cukup mengganggu, biasanya dokter cukup meresepkan obat pereda rasa sakit, misalnya acetaminophen, ibuprofen atau obat anti radang non steroid.

Penanganan batu ginjal yang dengan prosedur khusus (misalnya dengan energi laser, ultrasound, atau operasi) biasanya baru akan diterapkan jika batu berukuran lebih besar sehingga menyumbat saluran kemih pasien. (Sumber: http://www.alodokter.com/batu-ginjal)

Tanaman Obat
Tanaman obat adalah tanaman yang secara empiris maupun ilmiah telah terbukti dapat mencegah serta mengobati penyakit. Sekurang-kurangnya ada 12 ribu senyawa yang telah diidentifikasi dari beragam tumbuhan obat di dunia.

Pemakaian tumbuhan sebagai obat sudah ada mulai sejak jaman prasejarah manusia. Pada tahun 2001, beberapa peneliti sudah mengidentifikasi kalau 122 senyawa yang dipakai dalam dunia medis moderen merupakan turunan dari senyawa tumbuhan yang telah dipakai mulai sejak jaman prasejarah. Demikian banyak obat-obatan yang ada sekarang ini adalah turunan dari penyembuhan herbal, seperti aspirin yang terbuat dari kayu pohon dedalu, juga quinine, digitalis, serta opium. Di tahun 2011, keseluruhan tumbuhan obat yang diperdagangkan di semua dunia meraih nilai lebih dari 2,2 miliar USD. Di Indonesia sendiri pemakaian tanaman sebagai obat-obatan juga sudah berjalan beberapa ribu tahun yang lalu.

Tanaman Obat Batu Ginjal
Buah Mengkudu: Buah mengkudu terkenal memiliki banyak khasiat untuk menyembuhkan beragam penyakit. Kandungan yang ada pada buah ini dapat mengobati tekanan darah, radang ginjal, peluruh kencing dan gula darah.

Daun Kemangi: Daun kemangi dapat dijus dan dicampur dengan madu untuk mengobati batu ginjal. Menurut sumber kami*, jika ramuan ini diminum selama 6 bulan akan bisa mengobati batu ginjal.

Jus Lemon dengan Minyak Zaitun: Memang agak aneh pencampuran antara jus lemon dan minyak zaitun. Tetapi kandungan yang ada di ramuan ini dipercaya dapat menghancurkan batu ginjal dengan cepat.

Daun Seledri: Zat yang terkandung dalam seledri dapat menghancurkan penghambat-penghambat ekskresi yang ada pada kandung kemih. Tanaman obat ini dapat dimakan langsung atau dijus.

Akar Dandelion: Akar dandelion dapat menggerogoti batu ginjal dan memecahnya menjadi partikel yang lebih kecil. Lalu artikel tersebut akan terbuang bersama urine melalui sistem ekskresi.

Daun Keji Beling: Daun keji beling adalah salah satu daun yang banyak kita temukan di masyarakat kita. Daun keji beling memiliki zat yang dapat menghancurkan mineral seperti kalium menjadi partikel yang lebih kecil. Tentu hal itu dapat membanru menghancurkan batu ginjal.

Daun Tempuyung: Berbeda dengan tanaman obat lainnya, daun tempuyung memang khusus digunakan untuk pengobatan batu ginjal. Daun ini memiliki kemampuan untuk melarutkan kalsium oksalat, kolesterol jahat, dan asam urat ginjal yang menjadi sebab terbentuknya batu ginjal. Mengkonsumsi daun tempuyung ini bisa dengan cara merebusnya hingga 15 menit, lalu meminum air rebusan tersebut.

Kacang Merah: Meskipun bukan tananman herbal (rempah-rempah), tetapi ternyata kacang merah dapat menyembuhkan batu ginjal. Kacang merah juga dapat menjaga kesehatan kandung kemih.

Delima: Benih, daun, dan buah delima itu sendiri dapat berkontribusi dalam menghancurkan batu ginjal. Cara menggunakannya adalah dengan mengonsumsi jus delima setiap pagi selama seminggu dengan perut kosong.

Tapak Liman: Tanaman yang pahit dan pedas ini memiliki sifat astrigen. Tapak liman memiliki manafaat untuk mengobati batu ginjal. Selain batu ginjal tanaman obat ini juga berfungsi untuk meluruhkan kencing, meredakan demam, menghilangkan bengkak, anti radang, antibiotik dan penawar racun.

Galgin dan Gang Jie digunakan untuk penderita Batu Ginjal

Hubungi:
087736500711 (Call/ Sms)
082134844244 (Call/ Sms/ WhatsApp)
Pin BB (By. Request)

 

Obat tradisional penghancur batu ginjal paling bagus

Obat tradisional penghancur batu ginjal paling bagus ~ Penyakit batu ginjal atau nefrolitiasis adalah suatu kondisi ketika material keras yang menyerupai batu terbentuk di dalam ginjal. Material tersebut berasal dari sisa zat-zat limbah di dalam darah yang disaring oleh ginjal yang kemudian mengendap dan mengkristal seiring waktu.

Pada sebagian besar kasus, penyakit batu ginjal dialami oleh orang-orang yang berusia 30-60 tahun. Diperkirakan 10 persen wanita dan 15 persen pria pernah mengalami kondisi ini selama hidup mereka.

Endapan batu di dalam ginjal bisa disebabkan oleh makanan atau masalah kesehatan lain yang mendasari. Berdasarkan jenisnya, batu ginjal dibagi menjadi empat, yaitu batu kalsium, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin.

Gejala Batu Ginjal
Gejala akibat batu ginjal biasanya tidak akan dirasakan penderitanya jika batu ginjal berukuran sangat kecil sehingga bisa keluar dari tubuh secara alami melalui ureter dengan mudah. Ureter adalah saluran yang menyambungkan ginjal dengan kandung kemih.

Gejala akibat batu ginjal baru bisa terasa jika batu berukuran lebih besar dari diameter saluran ureter. Batu yang besar akan bergesekan dengan lapisan dinding ureter sehingga menyebabkan iritasi dan bahkan luka. Oleh sebab itu, urine kadang bisa mengandung darah. Selain mengiritasi ureter, batu ginjal juga bisa tersangkut di dalam ureter atau uretra (saluran akhir pembuangan urine) sehingga terjadi akumulasi bakteri dan bisa menyebabkan pembengkakan akibat infeksi. Gejala batu ginjal yang bisa muncul apabila batu bergesekan dengan ureter di antaranya adalah nyeri pada pinggang, perut bagian bawah atau samping, dan selangkangan yang dapat disertai mual.

Sedangkan gejala yang bisa dirasakan jika penderita batu ginjal mengalami infeksi ginjal di antaranya urine tampak keruh dan berbau tidak sedap, badan lemas, menggigil, dan demam tinggi.

Penderita Batu Ginjal di Indonesia
Menurut data yang dihimpun Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes) pada tahun 2013, diperkirakan prevalensi penderita yang terdiagnosa batu ginjal untuk umur di atas 15 tahun adalah sebesar 0,6 persen dari total penduduk Indonesia. Lima provinsi yang menduduki posisi tertinggi masalah penyakit batu ginjal di antaranya adalah DI Yogyakarta, Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah.

Diagnosis Batu Ginjal
Dalam mendiagnosis batu ginjal, biasanya pertama-tama dokter akan menanyakan pada pasien mengenai seputar gejala-gejala yang telah dialami. Dokter juga bisa menanyakan apakah pasien pernah menderita batu ginjal sebelumnya, memiliki riwayat keluarga berpenyakit sama, atau apakah pasien sering mengonsumsi makanan atau suplemen yang bisa memicu terbentuknya batu ginjal.

Setelah keterangan dikumpulkan, dokter biasanya akan melakukan sejumlah tes untuk memperkuat bukti. Tes-tes tersebut bisa berupa pemeriksaan urine, pemeriksaan darah, dan pemindaian (misalnya USG, rontgen, CT scan, dan intravenous urogram/IVU)

Pengobatan Batu Ginjal
Pengobatan penyakit batu ginjal yang dilakukan tergantung kepada ukuran dari batu. Jika batu ginjal masih tergolong kecil atau menengah, serta masih dapat melewati saluran kemih tanpa harus dilakukan operasi, dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk minum air putih saja sesuai takaran yang disarankan. Dengan adanya aliran cairan secara terus-menerus, diharapkan batu ginjal dapat terdorong keluar dengan sendirinya. Apabila gejala yang dirasakan oleh pasien cukup mengganggu, biasanya dokter cukup meresepkan obat pereda rasa sakit, misalnya acetaminophen, ibuprofen atau obat anti radang non steroid.

Penanganan batu ginjal yang dengan prosedur khusus (misalnya dengan energi laser, ultrasound, atau operasi) biasanya baru akan diterapkan jika batu berukuran lebih besar sehingga menyumbat saluran kemih pasien. (Sumber: http://www.alodokter.com/batu-ginjal)

Tanaman Obat
Tanaman obat adalah tanaman yang secara empiris maupun ilmiah telah terbukti dapat mencegah serta mengobati penyakit. Sekurang-kurangnya ada 12 ribu senyawa yang telah diidentifikasi dari beragam tumbuhan obat di dunia.

Pemakaian tumbuhan sebagai obat sudah ada mulai sejak jaman prasejarah manusia. Pada tahun 2001, beberapa peneliti sudah mengidentifikasi kalau 122 senyawa yang dipakai dalam dunia medis moderen merupakan turunan dari senyawa tumbuhan yang telah dipakai mulai sejak jaman prasejarah. Demikian banyak obat-obatan yang ada sekarang ini adalah turunan dari penyembuhan herbal, seperti aspirin yang terbuat dari kayu pohon dedalu, juga quinine, digitalis, serta opium. Di tahun 2011, keseluruhan tumbuhan obat yang diperdagangkan di semua dunia meraih nilai lebih dari 2,2 miliar USD. Di Indonesia sendiri pemakaian tanaman sebagai obat-obatan juga sudah berjalan beberapa ribu tahun yang lalu.

Tanaman Obat Batu Ginjal
Buah Mengkudu: Buah mengkudu terkenal memiliki banyak khasiat untuk menyembuhkan beragam penyakit. Kandungan yang ada pada buah ini dapat mengobati tekanan darah, radang ginjal, peluruh kencing dan gula darah.

Daun Kemangi: Daun kemangi dapat dijus dan dicampur dengan madu untuk mengobati batu ginjal. Menurut sumber kami*, jika ramuan ini diminum selama 6 bulan akan bisa mengobati batu ginjal.

Jus Lemon dengan Minyak Zaitun: Memang agak aneh pencampuran antara jus lemon dan minyak zaitun. Tetapi kandungan yang ada di ramuan ini dipercaya dapat menghancurkan batu ginjal dengan cepat.

Daun Seledri: Zat yang terkandung dalam seledri dapat menghancurkan penghambat-penghambat ekskresi yang ada pada kandung kemih. Tanaman obat ini dapat dimakan langsung atau dijus.

Akar Dandelion: Akar dandelion dapat menggerogoti batu ginjal dan memecahnya menjadi partikel yang lebih kecil. Lalu artikel tersebut akan terbuang bersama urine melalui sistem ekskresi.

Daun Keji Beling: Daun keji beling adalah salah satu daun yang banyak kita temukan di masyarakat kita. Daun keji beling memiliki zat yang dapat menghancurkan mineral seperti kalium menjadi partikel yang lebih kecil. Tentu hal itu dapat membanru menghancurkan batu ginjal.

Daun Tempuyung: Berbeda dengan tanaman obat lainnya, daun tempuyung memang khusus digunakan untuk pengobatan batu ginjal. Daun ini memiliki kemampuan untuk melarutkan kalsium oksalat, kolesterol jahat, dan asam urat ginjal yang menjadi sebab terbentuknya batu ginjal. Mengkonsumsi daun tempuyung ini bisa dengan cara merebusnya hingga 15 menit, lalu meminum air rebusan tersebut.

Kacang Merah: Meskipun bukan tananman herbal (rempah-rempah), tetapi ternyata kacang merah dapat menyembuhkan batu ginjal. Kacang merah juga dapat menjaga kesehatan kandung kemih.

Delima: Benih, daun, dan buah delima itu sendiri dapat berkontribusi dalam menghancurkan batu ginjal. Cara menggunakannya adalah dengan mengonsumsi jus delima setiap pagi selama seminggu dengan perut kosong.

Tapak Liman: Tanaman yang pahit dan pedas ini memiliki sifat astrigen. Tapak liman memiliki manafaat untuk mengobati batu ginjal. Selain batu ginjal tanaman obat ini juga berfungsi untuk meluruhkan kencing, meredakan demam, menghilangkan bengkak, anti radang, antibiotik dan penawar racun.

Galgin dan Gang Jie digunakan untuk penderita Batu Ginjal

Hubungi:
087736500711 (Call/ Sms)
082134844244 (Call/ Sms/ WhatsApp)
Pin BB (By. Request)

 

Sumber:
http://lwhjy.com/2017/10/24/obat-tradisional-kencing-batu-ginjal-terbukti/
http://www.denaturecenter.com/obat-herbal-ampuh-penyakit-batu-ginjal/

Apa nama obat herbal untuk batu ginjal

Apa nama obat herbal untuk batu ginjal ~ Penyakit batu ginjal atau nefrolitiasis adalah suatu kondisi ketika material keras yang menyerupai batu terbentuk di dalam ginjal. Material tersebut berasal dari sisa zat-zat limbah di dalam darah yang disaring oleh ginjal yang kemudian mengendap dan mengkristal seiring waktu.

Pada sebagian besar kasus, penyakit batu ginjal dialami oleh orang-orang yang berusia 30-60 tahun. Diperkirakan 10 persen wanita dan 15 persen pria pernah mengalami kondisi ini selama hidup mereka.

Artikel terkait: http://lwhjy.com/2017/10/09/mengobati-batu-ginjal-dengan-obat-herbal/http://www.denaturecenter.com

Endapan batu di dalam ginjal bisa disebabkan oleh makanan atau masalah kesehatan lain yang mendasari. Berdasarkan jenisnya, batu ginjal dibagi menjadi empat, yaitu batu kalsium, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin.

Gejala Batu Ginjal
Gejala akibat batu ginjal biasanya tidak akan dirasakan penderitanya jika batu ginjal berukuran sangat kecil sehingga bisa keluar dari tubuh secara alami melalui ureter dengan mudah. Ureter adalah saluran yang menyambungkan ginjal dengan kandung kemih.

Gejala akibat batu ginjal baru bisa terasa jika batu berukuran lebih besar dari diameter saluran ureter. Batu yang besar akan bergesekan dengan lapisan dinding ureter sehingga menyebabkan iritasi dan bahkan luka. Oleh sebab itu, urine kadang bisa mengandung darah. Selain mengiritasi ureter, batu ginjal juga bisa tersangkut di dalam ureter atau uretra (saluran akhir pembuangan urine) sehingga terjadi akumulasi bakteri dan bisa menyebabkan pembengkakan akibat infeksi. Gejala batu ginjal yang bisa muncul apabila batu bergesekan dengan ureter di antaranya adalah nyeri pada pinggang, perut bagian bawah atau samping, dan selangkangan yang dapat disertai mual.

Sedangkan gejala yang bisa dirasakan jika penderita batu ginjal mengalami infeksi ginjal di antaranya urine tampak keruh dan berbau tidak sedap, badan lemas, menggigil, dan demam tinggi.

Penderita Batu Ginjal di Indonesia
Menurut data yang dihimpun Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes) pada tahun 2013, diperkirakan prevalensi penderita yang terdiagnosa batu ginjal untuk umur di atas 15 tahun adalah sebesar 0,6 persen dari total penduduk Indonesia. Lima provinsi yang menduduki posisi tertinggi masalah penyakit batu ginjal di antaranya adalah DI Yogyakarta, Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah.

Diagnosis Batu Ginjal
Dalam mendiagnosis batu ginjal, biasanya pertama-tama dokter akan menanyakan pada pasien mengenai seputar gejala-gejala yang telah dialami. Dokter juga bisa menanyakan apakah pasien pernah menderita batu ginjal sebelumnya, memiliki riwayat keluarga berpenyakit sama, atau apakah pasien sering mengonsumsi makanan atau suplemen yang bisa memicu terbentuknya batu ginjal.

Setelah keterangan dikumpulkan, dokter biasanya akan melakukan sejumlah tes untuk memperkuat bukti. Tes-tes tersebut bisa berupa pemeriksaan urine, pemeriksaan darah, dan pemindaian (misalnya USG, rontgen, CT scan, dan intravenous urogram/IVU)

Pengobatan Batu Ginjal
Pengobatan penyakit batu ginjal yang dilakukan tergantung kepada ukuran dari batu. Jika batu ginjal masih tergolong kecil atau menengah, serta masih dapat melewati saluran kemih tanpa harus dilakukan operasi, dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk minum air putih saja sesuai takaran yang disarankan. Dengan adanya aliran cairan secara terus-menerus, diharapkan batu ginjal dapat terdorong keluar dengan sendirinya. Apabila gejala yang dirasakan oleh pasien cukup mengganggu, biasanya dokter cukup meresepkan obat pereda rasa sakit, misalnya acetaminophen, ibuprofen atau obat anti radang non steroid.

Penanganan batu ginjal yang dengan prosedur khusus (misalnya dengan energi laser, ultrasound, atau operasi) biasanya baru akan diterapkan jika batu berukuran lebih besar sehingga menyumbat saluran kemih pasien. (Sumber: http://www.alodokter.com/batu-ginjal)

Tanaman Obat
Tanaman obat adalah tanaman yang secara empiris maupun ilmiah telah terbukti dapat mencegah serta mengobati penyakit. Sekurang-kurangnya ada 12 ribu senyawa yang telah diidentifikasi dari beragam tumbuhan obat di dunia.Pemakaian tumbuhan sebagai obat sudah ada mulai sejak jaman prasejarah manusia. Pada tahun 2001, beberapa peneliti sudah mengidentifikasi kalau 122 senyawa yang dipakai dalam dunia medis moderen merupakan turunan dari senyawa tumbuhan yang telah dipakai mulai sejak jaman prasejarah.Demikian banyak obat-obatan yang ada sekarang ini adalah turunan dari penyembuhan herbal, seperti aspirin yang terbuat dari kayu pohon dedalu, juga quinine, digitalis, serta opium.Di tahun 2011, keseluruhan tumbuhan obat yang diperdagangkan di semua dunia meraih nilai lebih dari 2,2 miliar USD. Di Indonesia sendiri pemakaian tanaman sebagai obat-obatan juga sudah berjalan beberapa ribu tahun yang lalu.Tanaman Obat Batu GinjalBuah Mengkudu: Buah mengkudu terkenal memiliki banyak khasiat untuk menyembuhkan beragam penyakit. Kandungan yang ada pada buah ini dapat mengobati tekanan darah, radang ginjal, peluruh kencing dan gula darah.
Daun Kemangi: Daun kemangi dapat dijus dan dicampur dengan madu untuk mengobati batu ginjal. Menurut sumber kami*, jika ramuan ini diminum selama 6 bulan akan bisa mengobati batu ginjal.
Jus Lemon dengan Minyak Zaitun: Memang agak aneh pencampuran antara jus lemon dan minyak zaitun. Tetapi kandungan yang ada di ramuan ini dipercaya dapat menghancurkan batu ginjal dengan cepat.
Daun Seledri: Zat yang terkandung dalam seledri dapat menghancurkan penghambat-penghambat ekskresi yang ada pada kandung kemih. Tanaman obat ini dapat dimakan langsung atau dijus.
Akar Dandelion: Akar dandelion dapat menggerogoti batu ginjal dan memecahnya menjadi partikel yang lebih kecil. Lalu artikel tersebut akan terbuang bersama urine melalui sistem ekskresi.
Daun Keji Beling: Daun keji beling adalah salah satu daun yang banyak kita temukan di masyarakat kita. Daun keji beling memiliki zat yang dapat menghancurkan mineral seperti kalium menjadi partikel yang lebih kecil. Tentu hal itu dapat membanru menghancurkan batu ginjal.
Daun Tempuyung: Berbeda dengan tanaman obat lainnya, daun tempuyung memang khusus digunakan untuk pengobatan batu ginjal. Daun ini memiliki kemampuan untuk melarutkan kalsium oksalat, kolesterol jahat, dan asam urat ginjal yang menjadi sebab terbentuknya batu ginjal. Mengkonsumsi daun tempuyung ini bisa dengan cara merebusnya hingga 15 menit, lalu meminum air rebusan tersebut.
Kacang Merah: Meskipun bukan tananman herbal (rempah-rempah), tetapi ternyata kacang merah dapat menyembuhkan batu ginjal. Kacang merah juga dapat menjaga kesehatan kandung kemih.
Delima: Benih, daun, dan buah delima itu sendiri dapat berkontribusi dalam menghancurkan batu ginjal. Cara menggunakannya adalah dengan mengonsumsi jus delima setiap pagi selama seminggu dengan perut kosong.
Tapak Liman: Tanaman yang pahit dan pedas ini memiliki sifat astrigen. Tapak liman memiliki manafaat untuk mengobati batu ginjal. Selain batu ginjal tanaman obat ini juga berfungsi untuk meluruhkan kencing, meredakan demam, menghilangkan bengkak, anti radang, antibiotik dan penawar racun.

Luruh Batu dan Gang Jie digunakan untuk penderita Batu Ginjal

Hubungi:
087736500711 (Call/ Sms)
082134844244 (Call/ Sms/ WhatsApp)
Pin BB (By. Request)